Senin, 23 Maret 2020

A. Perencanaan  Usaha  Kerajinan  dengan   Inspirasi
Objek Budaya Lokal

kelas x ips 3
Kegiatan wirausaha didukung  oleh ketersediaan sumber daya manusia, material, peralatan,  cara  kerja, pasar, dan  pendanaan. Sumber  daya  yang dikelola dalam  sebuah  wirausaha  dikenal dengan sebutan 6M, yakni Man (manusia),  Money (uang),  Material  (bahan),  Machine (peralatan),  Method (cara kerja), dan Market (pasar). Wirausaha kerajinan dengan inspirasi objek budaya  lokal dapat  dimulai dengan melihat potensi  bahan  baku (Material), keterampilan produksi (Man & Machine) dan budaya lokal yang ada di daerah setempat. Wirausaha kerajinan dengan inspirasi budaya  akan menawarkan karya-karya kerajinan  inovatif kepada  pasaran.  Pasar sasaran  (Market) dari produk  kerajinan ini adalah  orang-orang yang  menghargai dan  mencintai kebudayaan tradisional. Kemampuan  mengatur keuangan (Money) dalam kegiatan usaha akan menjamin keberlangsungan dan pengembangan usaha.


Pada Tugas 1 telah dilakukan identifikasi terhadap objek budaya  lokal yang terdapat di daerahmu. Ragam objek budaya  lokal yang terdapat di daerah akan  menjadi  inspirasi  untuk  perancangan kerajinan  yang  akan  dibuat. Perancangan kerajinan juga harus mempertimbangkan ketersediaan material/ bahan baku dan keterampilan produksi yang terdapat di daerah sekitar. Untuk itu dapat  dilakukan pencarian  informasi tentang ragam  jenis material khas daerah  yang dapat  digunakan  untuk kerajinan serta perajin yang membuat kerajinan di daerah setempat
B. Perancangan   dan   Produksi  Kerajinan   dengan
Inspirasi Objek Budaya Lokal
Perancangan  dan   produksi   didasari   oleh   data   yang   telah   diperoleh melalui Tugas 1 tentang Ragam Objek Budaya Lokal dan Tugas 2 tentang Identifikasi  Ragam  Material  dan  Teknik  produksi  di  lingkungan   sekitar. Objek  budaya   lokal  dan  material  serta  teknik  khas  daerah   merupakan potensi  yang  harus  dikembangkan sehingga  lestari dan  menjadi  manfaat bagi daerah.  Setiap daerah  di Indonesia memiliki objek budaya  lokal yang berbeda-beda. Pengembangan dari  setiap    objek  budaya  lokal tersebut
akan menjadi  kekayaan  bersama  yang  luar biasa, yang  akan memberikan warna bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa depan. Salah satu kekayaan pengembangan objek budaya lokal adalah melalui pengembangan kerajinanProses perancangan kerajinan diawali dengan pemilihan sumber inspirasi dan pencarian ide produk kerajinan, pembuatan sketsa ide, pembuatan studi model kerajinan, dilanjutkan  dengan pembuatan petunjuk  produksi. Ide kerajinan dengan inspirasi objek  budaya  lokal akan  dikembangkan menjadi  produk kerajinan yang akan diproduksi dan siap dijual. Dengan demikian, produk yang dihasilkan harus memiliki nilai estetik dan inovasi agar diminati pasar.

Objek budaya lokal dapat berupa objek 2 (dua) dimensi seperti relief dan motif, atau 3 (tiga) dimensi seperti bangunan, alat musik dan senjata. Beberapa objek budaya seperti pakaian tradisional dan perhiasan dikenakan oleh manusia. Kerajinan dengan inspirasi objek budaya  tradisional  dapat  berupa  miniatur objek budaya, benda hiasan, atau produk kerajinan dengan fungsi baru.

1.  Pencarian Ide Produk

Kita telah  mengenali  berbagai  kekayaan objek budaya  lokal di daerah setempat, pakaian tradisional, rumah adat, senjata tradisional, alat musik dan lain-lain. Pengetahuan dan apresiasi kita terhadap hal-hal tersebut dapat  mendorong munculnya  ide untuk  pembuatan produk  kerajinan. Ide bisa muncul secara tidak berurutan,  dan tidak lengkap namun dapat juga  muncul  secara  utuh.  Salah satu  dari kita bisa  saja  memiliki ide tentang suatu bentuk  unik yang akan dibuat. Ide bentuk  tersebut akan menuntut kita untuk memikirkan teknik apa yang tepat  digunakan  dan produk apa yang tepat  untuk bentuk  tersebut. Salah satu dari kita juga bisa saja mendapatkan ide  atau bayangan tentang sebuah  produk yang ingin dibuatnya,  material, proses  dan alat yang akan digunakan  secara utuh. Untuk memudahkan pencarian ide atau gagasan  untuk rancangan kerajinan  objek budaya  lokal, mulailah  dengan memikirkan hal-hal di bawah ini.
- Objek budaya lokal apa yang akan menjadi inspirasi?
- Produk kerajinan apa yang akan dibuat?
- Siapa yang akan menggunakan produk kerajinan tersebut?
- Bahan/material apa yang apa saja yang akan dipakai?
- Warna dan/atau motif apa yang akan digunakan?
- Adakah teknik warna tertentu yang akan digunakan?
- Bagaimana proses pembuatan produk tersebut?
- Alat apa yang dibutuhkan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat  diungkapkan  dan  didiskusikan dalam  kelompok  dalam  bentuk  curah  pendapat (brainstorming). Pada proses brainstorming ini setiap anggota kelompok harus membebaskan diri untuk menghasilkan ide-ide yang beragam dan sebanyak-banyaknya. Beri kesempatan juga untuk munculnya  ide-ide yang tidak masuk akal sekalipun.  Tuangkan  ide-ide  tersebut  ke  dalam  bentuk   tulisan  atau sketsa. Kunci sukses dari tahap  brainstorming dalam  kelompok  adalah jangan  ada  perasaan  takut  salah, setiap  orang  berhak  mengeluarkan pendapat, saling menghargai pendapat teman,  boleh  memberikan  ide yang merupakan  perkembangan dari ide sebelumnya,  dan jangan lupa mencatat setiap  ide yang  muncul. Curah pendapat dilakukan dengan semangat untuk menemukan ide baru dan inovasi. Semangat  dan keberanian  kita untuk  mencoba membuat inovasi baru  akan menjadi bekal kita berkarya di masa depan.

2.  Membuat Gambar/Sketsa

Ide-ide produk, rencana  atau rancangan dari produk kerajinan digambarkan atau  dibuatkan  sketsanya  agar ide yang abstrak menjadi berwujud. Ide-ide  rancangan dapat  digambarkan pada  sebuah  buku atau lembaran  kertas, dengan menggunakan pinsil, spidol atau bolpoin dan  sebaiknya  hidari penggunaan penghapus. Tariklah garis tipis-tipis dahulu. Jika ada  garis yang dirasa kurang  tepat, abaikan  saja, buatlah garis lain pada bidang kertas yang sama. Demikian seterusnya  sehingga kamu berani menarik garis dengan tegas  dan tebal. Gambarkan idemu sebanyak-banyaknya, dapat  berupa  vasiasi produk, satu  produk  yang memiliki fungsi  sama,  tetapi  dengan bentuk   yang  berbeda,   produk dengan bentuk yang sama dengan warna dan motif yang berbeda.

3.  Pilih Ide Terbaik

Setelah kamu menghasilkan banyak ide-ide dan menggambarkannya dengan sketsa, mulai pertimbangkan ide mana yang paling baik, menyenangkan dan memungkinkan untuk dibuat.

4.  Prototyping atau Membuat Studi Model

Sketsa ide  yang  dibuat  pada  tahap-tahap  sebelumnya adalah  format dua dimensi. Artinya hanya digambarkan pada  bidang  datar. Kerajinan yang akan dibuat berbentuk tiga dimensi. Maka, studi bentuk selanjutnya

dilakukan dalam format tiga dimensi, yaitu dengan studi model. Studi model  dapat  dilakukan  dengan material  sebenarnya maupun  bukan material sebenarnya.

5.  Perencanaan Produksi

Tahap selanjutnya adalah membuat perencanaan untuk proses produksi atau   proses   pembuatan  kerajinan  tersebut.  Prosedur   dan  langkah- langkah kerja dituliskan secara jelas dan detail agar pelaksanaan produksi dapat dilakukan dengan mudah dan terencana.


Tugas
1. Sebutkan sistem pendukung kegiatan produksi!
2. Terangkan yang dimaksud dengan perencanaan usaha bersifat rasional dan faktual!
3. Apakah yang dimaksud dengan brainstroming.
4. Sebutkan tahapan dalam melakukan produksi
5. Selain ide hal penting apa sajakah yang perlu dilakukan dalam produksi kerajinan dari bahan limbah..?

pak hery
email: pkherymemangtop@gmail.com
dikumpulkan kertas dan dibukukan... 6/4/2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar