Senin, 13 September 2021

PENGERTIAN KAPASITOR


    Kapasitor (Capacitor) atau disebut juga dengan Kondensator (Condensator) adalah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan muatan arus listrik dalam waktu sementara dengan satuan kapasitansinya adalah Farad. Satuan Kapasitor tersebut diambil dari nama penemunya yaitu Michael Faraday (1791 ~ 1867) yang berasal dari Inggris. Namun Farad adalah satuan yang sangat besar, oleh karena itu pada umumnya Kapasitor yang digunakan dalam peralatan elektronika adalah satuan Farad yang dikecilkan menjadi pikoFarad, NanoFarad dan MicroFarad.

Konversi Satuan Farad adalah sebagai berikut :
1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad)
1µF = 1.000 nF (nano Farad)
1µF = 1.000.000 pF (piko Farad)
1nF = 1.000pF (piko Farad)

    Kapasitor merupakan komponen elektronika yang terdiri dari 2 pelat konduktor yang pada umumnya adalah terbuat dari logam atau metal dan sebuah isolator diantaranya sebagai pemisah. isolator ini disebut sebagai Dielectric. Dielectric inilah yang nantinya akan menyimpan muatan arus DC. Dalam rangkaian elektronika, kapasitor disingkat dengan huruf “C”.

MACAM-MACAM KAPASITOR
A. KAPASITOR NILAI TETAP (FIXED CAPACITOR)
Fixed Capacitor adalah Kapasitor yang nilainya konstan atau tidak dapat diubah maupun berubah-ubah. Berikut ini adalah jenis-jenis Kapasitor yang termasuk fixed capacitor :

1. Kapasitor Keramik (Ceramic Capasitor)
Kapasitor Keramik adalah Kapasitor yang Isolatornya terbuat dari Keramik dan berbentuk bulat tipis ataupun persegi empat. Kapasitor Keramik tidak memiliki polaritas, jadi dapat dipasang bolak-balik dalam rangkaian. Pada umumnya, Nilai Kapasitor Keramik berkisar antara 1pf sampai 0.01µF.

2. Kapasitor Polyester (Polyester Capacitor)
Kapasitor Polyester adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari polyester dengan bentuk persegi empat. Kapasitor polyester dapat dipasang terbalik dalam rangkaian elektronika (tidak memiliki polaritas)

3. Kapasitor Kertas (Paper Capacitor)
Kapasitor Kertas adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari kertas dan pada umumnya nilai kapasitor kertas berkisar diantara 300pf sampai 4µF. Kapasitor kertas tidak memiliki polaritas arah atau dapat dipasang bolak balik.

4. Kapasitor Mika (Mica Capacitor)
Kapasitor Mika adalah kapasitor yang bahan isolatornya terbuat dari bahan mika. Nilai kapasitor Mika pada umumnya berkisar antara 50pF sampai 0.02µF. Kapasitor mika juga dapat dipasang bolak balik karena tidak memiliki polaritas arah.

5. Kapasitor Elektrolit (Electrolyte Capacitor)
Kapasitor Elektrolit adalah kapasitor yang bahan isolatornya terbuat dari Elektrolit (Electrolyte) dan berbentuk Tabung / Silinder. Kapasitor Elektrolit atau disingkat dengan ELCO ini sering dipakai pada rangkaian yang memerlukan kapasintasi (Capacitance) yang tinggi. Kapasitor elektrolit ini memiliki polaritas arah Positif (-) dan Negatif (-), sehingga pada pemasangannya harus memperhatikan polaritasnya. Pada umumnya nilai kapasitor elektrolit berkisar dari 0.47µF hingga ribuan microfarad (µF).
Biasanya di badan kapasitor elektrolit (ELCO) akan tertera nilai kapasitansi, tegangan (Voltage), dan terminal Negatif-nya. Hal yang perlu diperhatikan, kapasitor elektrolit dapat meledak jika polaritas (arah) pemasangannya terbalik dan melampui batas kamampuan tegangannya.

6. Kapasitor Tantalum
Kapasitor Tantalum juga memiliki Polaritas arah Positif (+) dan Negatif (-) seperti halnya Kapasitor Elektrolit dan bahan Isolatornya juga berasal dari elektrolit. Disebut dengan Kapasitor Tantalum karena kapasitor jenis ini memakai bahan logam tantalum sebagai terminal anodanya (+). Kapasitor Tantalum dapat beroperasi pada suhu yang lebih tinggi dibanding dengan kapasitor elektrolit lainnya dan juga memiliki kapasintansi yang besar tetapi dapat dikemas dalam ukuran yang lebih kecil dan mungil. Oleh karena itu, Kapasitor Tantalum merupakan jenis kapasitor yang berharga mahal. Pada umumnya dipakai pada peralatan Elektronika yang berukuran kecil seperti di Handphone dan Laptop.

B. KAPASITOR VARIABEL (VARIABLE CAPACITOR)
Kapasitor Variabel adalah Kapasitor yang nilai Kapasitansinya dapat diatur atau berubah-ubah. Secara fisik, Kapasitor Variabel ini terdiri dari 2 jenis yaitu :

1. VARCO (Variable Condensator)
VARCO (Variable Condensator) yang terbuat dari Logam dengan ukuran yang lebih besar dan pada umumnya digunakan untuk memilih Gelombang Frekuensi pada Rangkaian Radio (digabungkan dengan Spul Antena dan Spul Osilator). Nilai Kapasitansi VARCO berkisar antara 100pF sampai 500pF

2. Trimmer
Trimmer adalah jenis Kapasitor Variabel yang memiliki bentuk lebih kecil sehingga memerlukan alat seperti Obeng untuk dapat memutar Poros pengaturnya. Trimmer terdiri dari 2 pelat logam yang dipisahkan oleh selembar Mika dan juga terdapat sebuah Screw yang mengatur jarak kedua pelat logam tersebut sehingga nilai kapasitansinya menjadi berubah. Trimmer dalam Rangkaian Elektronika berfungsi untuk menepatkan pemilihan gelombang Frekuensi (Fine Tune). Nilai Kapasitansi Trimmer hanya maksimal sampai 100pF.

JENIS KAPASITOR

Kapasitor Polar
Memiliki polaritas (+) dan (-). Dalam pemasangan dalam rangkaian elektronika harus memperhatikan polaritasn positif (+) dan negatif (-) terhadap arus dan tegangan pada rangkaian terserbut. Jika terpasang terbalik, maka akan menyebabkan kerusakan komponen yang ditandai dengan meledak dan munculnya asap pada komponen tersebut. Untuk mengetahui polaritas komponen kapasitor, dapat dilihat dengan cara sebagai berikut :
1. Melihat pada tubuh komponen
2. Melihat panjang kaki komponen.
Namun, sangat tidak disarankan untuk melihat polaritas dari panjang kaki kapasitor, karena nantinya pada rangkaian elektronika, kemungkinan panjang kaki kapasitor ini akan sama.

Contoh Kapastior Polar adalah Elco (Electrolit Condensator/Capasitor) dan Kapasitor Tantalum

Kapasitor Non Polar (Bipolar Capasitor)
Jenis kapasitor ini bisa dipasang bolak-balik. Contoh : Kapasitor Mika, Kapasitor Kertas, Kapasitor Keramik, Kapasitor Polyster

 Fungsi Kapasitor dalam Rangkaian 
Pada peralatan elektronika, kapasitor merupakan salah satu jenis komponen elektronika yang paling sering digunakan. Hal ini dikarenakan kapasitor memiliki banyak fungsi sehingga hampir setiap rangkaian elektronika memerlukannya. Dibawah ini adalah beberapa fungsi daripada kapasitor :

Sebagai Penyimpan arus atau tegangan listrik (Fungsi Utama)
Sebagai Konduktor yang dapat melewatkan arus AC (Bypass AC)
Sebagai Isolator yang menghambat arus DC (Blocking DC)
Sebagai Kopling (Untuk meningkatkan tegangan suatu rangkaian)
Sebagai Pembangkit Frekuensi (Jika dirangkain dengan induktor, contoh : Hartley Oscillator)
Sebagai Penggeser Fasa (Memanfaatkan sifat Charge Discharge Kapasitor)
Sebagai Pemilih Gelombang Frekuensi (Kapasitor Variabel yang digabungkan dengan Spul Antena dan Osilator)

 Cara Kerja Kapasitor 
Kapasitor bekerja dengan sistem Bypass AC dan Blocking DC. Artinya, kapasitor akan melewartkan arus AC dan kapasitor hanya akan bekerja layaknya resistansi biasa. Namun, jika dilewati arus DC, dia akan menyimpan arus DC tersebut sebesar kapasitas yang dimilikinya.
Jika dialiri arus DC, kapasitor akan Charge, dan akan Discharge apabila arus pada kapsitor telah penuh. Dalam pengisian (charging) dibutuhkan suatu aliran arus dari sumber tegangan . Bila pelat – pelat kapasitor tersebut hubung singkat dengan suatu penghantar maka akan terjadi pengosongan (discharging) pada kapasitor yang akan menimbulkan panas pada penghantar tersebut.

 KAPASITANSI
Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 10^18 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :
Q = C.V
Penjelasan:
Q = Muatan yang satuannya Coulumb
C = Kapasitas yang satuannya Farad
V = Tegangan yang satuannya Volt

Rumus untuk Kapasitor dengan Rangkaian Paralel

C Total = C1 + C2 + C3
Pada rangkaian Kapasitor paralel tidak terjadi sama sekali pembagian untuk tegangan atau muatan listrik, semua tegangan akan memiliki jumlah yang sama pada setiap titik yang ada di rangkaian kapasitor paralel tersebut.


Rumus untuk Kapasitor dengan Rangkaian Seri
1/C Total = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3
Pada setiap pengukuran kapasitor seri ini terjadi pembagian tegangan dari sumber tegangan kepada setiap titik, yang pada akhirnya jika digabungkan dengan cara di jumlahkan tegangan-tegangannya dari setiap titik maka akan terlihat sama seperti jumlah tegangan dari sumber tegangan.


Menghitung Jumlah Energi
Energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan 1 coulomb pada tegangan 1 volt adalah sebesar 1 joule.
W = Q . V
Keterangan :
Q  = muatan (Coloumb)
V  = tegangan (Volt)
W = Energi (Joule)

Time Konstan
t = R.C
Keterangan :
t = waktu (Second)
R = Hambatan (Ω)
C = kapasitansi (Farad)

Proses pembuatan batik tulis

 


Kain batik yang sering kita gunakan memerlukan proses pembuatan yang tidak mudah dan dilakukan dengan teliti serta telaten tahap demi tahap. Berikut setiap tahap dalam menghasilkan kain batik yang indah dan bernilai:

Berikut tahap-tahap dan istilah-istilah dalam proses pembuatan kain batik tulis asli mulai dari pembuatan pola pertama sampai pewarnaan terakhir:

1. Nyungging

Proses pertama kali ketika membuat batik tulis yaitu membuat pola di atas kertas yang dikerjakan oleh spesialis pola. Tidak semua orang dapat mengerjakan pola ini.

2. Njaplak

Proses memindahkan pola dari kertas ke kain.

3. Nglowong

Di tahap ini, pembatik mulai melekatkan malam/lilin sesuai dengan pola yang telah dibuat.

4. Ngiseni

Memberikan isen-isen (isian) pada ornamen-ornamen tertentu seperti gambar bunga atau hewan.

5. Nyolet

Memberikan warna pada bagian-bagian tertentu dengan kuas.

6. Mopok

Bagian ini adalah menutup bagian yang telah dicolet dengan malam.

7. Nembok

Proses menutup bagian latar belakang pola yang tidak perlu diwarnai.

8. Ngelir

Proses pewarnaan kain secara menyeluruh dengan memasukkannya ke dalam pewarna alam atau kimia.

9. Nglorod

Proses meluruhkan malam untuk pertama kali dengan merendamkannya di dalam air mendidih.

10. Ngrentesi

Proses memberikan titik/cecek pada klowongan menggunakan canting dengan jarum yang tipis

11. Nyumri


Menutup bagian tertentu dengan malam.

12 . Nglorod

Proses akhir meluruhkan dan melarutkan malam pada kain dengan memasukkan pada air mendidih, kemudian diangin-anginkan sampai kering.

Proses nglorod tergantung pada banyaknya warna yang ingin dihasilkan pada satu helai kain batik. Semakin banyak warna yang diinginkan, semakin banyak proses nglorod yang akan dilakukan.

Itulah mengapa kain batik memiliki nilai dan harga yang lebih tinggi dibandingkan batik-batik lainnya. Proses pengerjaan satu kain batik membutuhkan kesabaran, ketekunan dan ketelitian dari masing-masing pengrajin batik. Proses pengerjaan yang panjang dan rumit biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

 

Kamis, 12 Agustus 2021

PERBEDAAN ARUS LISTRIK AC DAN DC

 

Pengertian Arus Listrik AC dan DC

Pada umumnya, aliran arus listrik terbagi menjadi dua jenis, yaitu tipe AC dan DC. Bedanya:
Arus Listrik AC (Alternating Current)
Alternating Current atau AC dapat disebut juga arus listrik bolak-balik. Arus ini biasanya dihasilkan oleh generator yang dapat menghasilkan listrik, namun besar dan arahnya selalu berubah setiap waktu.Arus bolak-balik ini akan membentuk sebuah gelombang dengan frekuensi tertentu yang berbentuk sinus. Sehingga banyak juga yang menyebutkan arus listrik AC berbentuk gelombang sinus.

Kini, di indonesia listrik PLN menggunakan arus bertipe AC dengan frekuensi 50Hz. Sedangkan perangkat elektronik yang menggunakan arus DC (Direct Current) harus memakai power supply seperti adaptor agar tidak mudah rusak.Keunggulan Arus AC

Arus listrik AC atau bolak-balik mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan jenis DC. Berikut ini adalah keunggulan dari arus listrik AC (Alternating Current) :

    Dapat menyalurkan listrik menuju tempat yang sangat jauh. Seperti halnya PLN yang dapat mendistribusikan arus listrik AC ke setiap daerah di Indonesia.
    Biaya operasionalnya lebih kecil dibandingan arus listrik DC.
    Voltasenya dapat ditingkatkan menggunakan trafo
    Arus listrik AC mudah diproduksi, hanya dengan satu generator saja.
    Aliran arus listrik AC lebih hemat karena tidak banyak terbuang seperti halnya jenis DC.
Contoh pemanfaatan listrik AC

Contoh pemanfaatan arus bertipe AC berkaitan erat dengan listrik yang dihasilkan PLN. Karena pada dasarnya PLN memproduksi arus listrik AC yang menjadi sumber daya pada perangkat elektronik saat ini.

Perangkat elektronik yang menggunakan arus AC seperti mesin cuci, lampu, kompor listrik, pompa listrik, pendingin ruangan dan sebagainya. Namun, ada sebagian barang yang menggunakan arus listrik DC tapi dengan mengkonsumsi arus AC didalamnya.
Untuk mengubah arus AC tersebut biasanya dibutuhkan sebuah adaptor. Contohnya seperti laptop, perangkat elektronik ini menggunakan arus listrik DC. Untuk menggunakannya, kita harus mengisi dayanya menggunakan charger laptop berupa adaptor.

Tapi karena PLN hanya memproduksi arus listrik AC maka pada saat kita menchargernya listrik tersebut akan diubah menjadi DC.

Pengertian arus listrik DC
Direct Current atau DC dapat disebut juga arus listrik searah. Mulanya aliran arus DC dikatakan mengalir dari kutub positif ke negatif. Namun, setelah banyak penelitian yang dilakukan para ahli arus listrik DC mengalir dari kutub negatif ke positif.

Aliran-aliran tersebut akan menyebabkan adanya lubang dengan muatan positif yang terlihat menuju ke kutub negatif. Kebanyakan arus listrik DC digunakan untuk keperluan beban elektronika.Karena PLN hanya memproduksi arus listrik AC, jadi peralatan elektronik yang menggunakan arus DC harus memakai adaptor untuk merubahnya.
Keunggulan Listrik DC

Arus listrik DC atau searah mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan jenis AC. Berikut ini adalah keunggulan dari arus listrik DC (Direct Current) :

    Arus listrik DC dapat disimpan lebih lama. Contohnya pada sebuah Aki, arus listrik DC didalamnya dapat digunakan kapan saja dan bisa bertahan lama.
    Arus listrik DC mudah untuk dipindahkan. Contohnya seperti pada baterai, arus DC dapat dikemas atau dipindahkan alirannya pada kemasan tersebut.
    Arus listrik DC lebih aman jika tersengat, karena menggunakan tegangan yang rendah.

 
 



Selasa, 14 Juli 2020

Wirausaha Produk Kerajinan untuk Pasar Lokal XII


Hukum ekonomi  dasar menjelaskan  bahwa  terdapat hubungan antara ketersediaan barang di pasar (supply) dengan permintaan pembeli (demand). Titik temu  antara  permintaan dan pengadaan adalah  penetapan harga  jual produk. Ketersediaan barang yang melebihi permintaan pembeli akan menurunkan harga barang. Sebaliknya, ketersediaan barang yang lebih rendah daripada permintaan pembeli, dapat menyebabkan harga barang menjadi tinggi.

pasar sukowati bali
Produk kerajinan memanfatkan keterampilan  tangan.  Proses pengerjaan produk kerajinan membutuhkan waktu yang lama. Industri kerajinan hanya dapat menghasilkan   jumlah  barang   yang  terbatas  dalam  rentang   waktu  tertentu. Berbeda dengan industri manufaktur yang mampu  menghasilkan  produk dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat. Hal tersebut memberikan peluang produk kerajinan dengan keunikannya  untuk  memasuki  pasar  sebagai  produk  dengan jumlah  terbatas atau  limited edition/limited product. Produk yang  unik dengan jumlah terbatas dapat  memiliki harga jual yang tinggi. Peluang kerajinan untuk menjadi produk dengan harga yang tinggi, harus dipastikan dengan melakukan riset pasar terhadap minat dan selera pembeli. Hasil riset pasar akan mendasari proses perancangan produk kerajinan yang inovatif.

Rancangan  produk   terwujud   melalui  kegiatan   wirausaha  dengan  didukung oleh  ketersediaan sumber  daya manusia,  material, peralatan,  cara kerja, pasar, dan  pendanaan. Sumber  daya  yang  dikelola dalam  sebuah  wirausaha  dikenal pula dengan sebutan 6M, yakni Man (manusia), Money (uang), Material (bahan), Machine (peralatan), Method (cara kerja), dan Market (pasar).

Man (manusia) atau SDM (Sumber Daya Manusia), saat ini biasa disebut  dengan istilah Man Power (tenaga manusia) atau Mind Power (daya pikir), adalah personel atau orang-orang yang terlibat dalam wirausaha tersebut. Salah satu faktor keberhasilan  wirausaha  adalah  keberhasilan  mengelola  sumber  daya  manusia yang terlibat dalam setiap proses yang terjadi dalam usaha. Pengelolaan  sumber daya manusia juga termasuk pengelolaan ide-ide inovatif yang dapat bermanfaat, baik untuk perkembangan produk dan maupun usaha secara umum.


Money dapat  dipahami  sebagai  dana  yang  menjadi  modal  usaha,  perputaran uang  melalui pengeluaran dan  pemasukan yang terjadi dalam  usaha  tersebut. Kemampuan  pengelolaan uang  termasuk  kemampuan mengelola  keuntungan yang diperoleh  untuk pengembangan usaha  agar menjadi  lebih besar. Material (bahan), machine (peralatan), dan method  (cara kerja), adalah  bahan  yang digunakan,  cara produksi, dan  peralatan  yang  digunakan  untuk  memproduksi barang. Kemampuan wirausahawan  dalam mengelola  produksi yang efektif dan efisien dapat menghasilkan keuntungan wirausaha yang lebih besar.

Market adalah  pasar  sasaran  dari  produk  yang  dihasilkan  oleh  suatu  usaha. Pengetahuan tentang pasar  sasaran  menjadi  salah  satu  kunci penting   untuk keberhasilkan    suatu    usaha.   Wirausaha   dikembangkan berdasarkan  pada kebutuhan dan  keinginan  pasar, sehingga  peluang  produk  diserap  pasar  akan lebih besar. Riset tentang pasar bertujuan pula untuk mengenali pesaing yang ada di pasar tersebut.  Posisi suatu  usaha  terhadap pesaingnya  harus diketahui  oleh wirausahawan  agar  dapat  memenangkan persaingan.  Persaingan  yang  terjadi dapat   mempengaruhi rancangan produk  yang  akan  dibuat  serta  keputusan penetapan harga jual produk.


Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar xi


Produk  kerajinan  pada  awalnya dibuat  untuk  tujuan  fungsional, baik untuk kepentingan  keagamaan (religius) maupun  kebutuhan  praktis. Produk  kerajinan tersebut  berupa  peninggalan pada zaman batu seperti artefak-artefak kapak dan perkakas; pada zaman logam berupa nekara, moko, candrasa, kapak, bejana, hingga perhiasan seperti gelang, kalung, dan cincin. Benda-benda tersebut dipakai sebagai perhiasan  dan  properti  upacara  ritual  adat  berbagai  suku  serta  kegiatan  ritual yang bersifat kepercayaan seperti penghormatan  terhadap  arwah nenek moyang. Sejalan dengan perkembangan  zaman konsep karya kerajinan terus berkembang. Pembuatan karya kerajinan yang pada awalnya untuk kepentingan fungsional, dalam perkembangannya mengalami pergeseran orientasi ke arah nilai keindahan (estetis).
Kekayaan alam Indonesia merupakan modal untuk menghasilkan produk kerajinan.  Sejak dahulu  rakyat  Indonesia  telah  menggunakan  produk  kerajinan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kekayaan alam Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, kita harus memuji ciptaan Tuhan Yang Maha Agung ini. Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam. Ada juga yang memanfaatkan bahan limbah sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet, dan  logam. Bagaimana pendapatmu  ketika melihat sampah yang berserakan, tidak teratur di suatu tempat? Tentunya sampah atau limbah tersebut dapat membuat pemandangan menjadi tidak indah, menghasilkan bau tidak sedap, dan dampaknya akan merusak lingkungan. Limbah tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai barang kerajinan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
 salah satu contoh kerajinan bahan limbah bangun ruang

Secara umum  ada dua  macam  limbah yang sudah  kalian kenal, yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik adalah limbah yang bisa dengan mudah  diuraikan  atau  mudah  membusuk.  Limbah organik  mengandung  unsur karbon. Limbah organik dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kulit buah, sayuran, kotoran manusia, dan hewan. Sedangkan limbah anorganik adalah jenis limbah yang berwujud padat, sangat sulit atau bahkan sulit untuk diuraikan atau tidak bisa membusuk. Limbah anorganik relatif sulit terurai. Beberapa bisa terurai, tetapi memerlukan waktu yang lama. Limbah tersebut berasal dari sumber daya alam yang berasal dari pertambangan  seperti minyak bumi, batubara, besi, timah, dan nikel.
Limbah anorganik umumnya berasal dari kegiatan industri, pertambangan, dan domestik yaitu dari sampah rumah tangga, seperti kaleng bekas, botol, plastik, karet sintetis, potongan  atau pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan,  dan  pecah- pecahan  gelas. Limbah  anorganik  yang dapat  didaur  ulang  contohnya  sampah plastik, logam, kaca, plastik, dan kaleng. Limbah-limbah anorganik dapat dipilah- pilah sesuai kebutuhan, jika dinilai tidak layak pakai maka limbah anorganik dapat dilebur. Sedangkan limbah yang masih dalam kondisi baik, dapat  dimanfaatkan kembali menjadi karya kerajinan. Jika limbah sudah beralih manfaat menjadi barang kerajinan, maka secara ekonomi  nilainya akan meningkat.  Kita patut  bersyukur bahwa limbah anorganik juga dapat memberi manfaat untuk manusia.